Monday, March 11, 2013

Seberapa Sering Wanita Merawat Tubuhnya dengan Spa?


Bagi para wanita, spa bukan hanya menjadi gaya hidup saja, akan tetapi telah menjadi kebutuhan. Lalu, dalam sebulan berapa kali kah mereka melakukan perawatan spa tersebut?

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Wolipop secara online melalui situs jejaring sosial Twitter, Senin (4/6/2012), dari 120 responden, 54% nya menjawab sebulan sekali untuk melakukan perawatan spa.

"Sebulan 1x untuk lulur dan pijat," tulis Nana (bukan nama sebenarnya) kepada Wolipop. Raina (bukan nama sebenarnya) juga memilih untuk melakukan perawatan spa sebanyak satu kali dalam satu bulan, "sebulan sekali untuk facial."

32% responden lainnya memilih melakukan perawatan spa hingga dua kali dalam satu bulan. Ada juga responden yang sampai empat kali dalam sebulan pergi spa. Tercatat ada 8,1% yang melakukannya. Sedangkan 5,4% sisanya memilih untuk pergi ke salon dua bulan sekali. 

Saat pergi ke spa, perawatan apa yang paling digemari? 46% responden memilih creambath. Sedangkan 26% wanita lainnya lebih senang memilih pijat atau body massage untuk perawatan spa-nya. "Pijat sebulan sekali," urai Mika (bukan nama sebenarnya) lewat Twitter.

Bagaimana dengan 35% wanita lainnya? Mereka memberi jawaban yang berbeda-beda. Ada yang melakukan perawatan facial, luluran dan juga hairspa.

Ketika sudah pergi ke tempat spa, para wanita rela mengeluarkan kocek mereka hingga ratusan ribu rupiah. 70% responden menghabiskan uang sekitar Rp 100 - Rp 300 ribu untuk perawatan spa.

Sementara 25% responden lainnya, mengaku mengeluarkan uang berkisar Rp 350 hingga Rp 500 ribuan. Ada juga 5% responden mengeluarkan uang hingga Rp 950 ribu untuk perawatan spa.

Mengenal Berbagai Jenis Spa


Spa merupakan perawatan kecantikan yang tidak hanya menyegarkan dan menenangkan tubuh serta pikiran. Tapi juga memiliki beberapa keuntungan bagi kesehatan secara keseluruhan. Inti dari perawatan spa adalah mendapatkan ketenangan bagi pikiran, tubuh dan jiwa secara maksimal.

Metode perawatan yang semakin banyak digandrungi masyarakat perkotaan ini pun terbagi menjadi beberapa tipe. Umumnya, perawatan spa dipisahkan berdasarkan kegunaan dan tempat di mana spa dilakukan. Berikut ini beberapa jenis spa, menurut International Spa Association.

1. Destination Spa
Perawatan spa yang dirancang untuk peremajaan secara holistik, berguna membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih bugar. Destination spa juga memastikan Anda berelaksasi total sekaligus mendorong untuk menjalankan pola makan sehat. Spa biasanya terdiri dari perawatan tubuh, aktivitas fisik, edukasi tentang kesehatan, kuliner sehat dan program-program khusus.

Untuk mendapatkan relaksasi total, spa ini umumnya memerlukan waktu lebih dari satu hari. Oleh karena itu dinamakan destination spa, karena biasanya dilakukan di sebuah pulau, hotel atau resor di luar kota yang jauh dari keramaian kota.

2. Day Spa
Menawarkan berbagai perawatan spa yang dikerjakan oleh para staf profesional yang tersedia setiap harinya. Ini merupakan perawatan di mana orang bisa menikmatinya setiap hari. Sebagian orang pergi ke day spa untuk manicure dan pedicure, sementara yang lainnya lebih suka facial atau body massage.

3. Medical Spa
Medical spa menyediakan pelayanan spa, namun dikerjakan di bawah pengawasan dokter medis yang sudah berlisensi. Spa ini fokus pada perawatan kosmetik, seperti laser untuk menghilangkan flek atau noda di kulit, injeksi Botox atau filler.

4. Health Spa
Pada dasarnya, health spa fokus pada pemeliharaan kesehatan secara keseluruhan. Biasanya berlokasi di tempat-tempat yang sangat tenang dan damai. Saat melakukan perawatan, biasanya akan ditangani praktisi yang akan memberikan saran-saran untuk menunjang kesehatan Anda.

5. Resort Spa
Sebuah spa yang terdapat di sebuah resort atau hotel. Biasanya dibangun untuk menambah kenyamanan dan membuat para tamu atau turis betah berlama-lama di hotel. Umumnya menawarkan pelayanan spa pada umumnya serta kelas fitnes. Cocok untuk traveler, keluarga dan pebisnis yang sering ke luar negeri atau luar kota.

6. Mineral Springs Spa
Seperti namanya, spa ini menggunakan bahan-bahan mineral alami. Mineral springs spa mengandalkan thermal atau air laut untuk memberikan perawatan hydrotherapy kepada klien atau konsumen spa.

7. Airport Spa
Bertujuan memberikan perawatan ekspres bagi para traveler maupun penumpang pesawat sebelum boarding. Beberapa perawatan airport spa yang paling umum adalah kursi pijat 15 menit dan terapi oksigen. Bandara Changi di Singapura, merupakan bandara yang sudah menyediakan fasilitas ini untuk para wisatawan asing maupun domestik.

Asal Muasal Spa Sebagai Penyembuh Penyakit Orang Yunani


Spa, perawatan tubuh ini sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup kaum urban, terutama wanita. Sebenarnya sejak kapan spa ada? Apa saja perawatan yang dilakukan orang di zaman dulu?

Spa sebenarnya merupakan kependekan dari bahasa latin salus per aquam yang berarti mengupayakan kesehatan dengan memanfaatkan air. Spa juga sebuah nama desa kecil di Belgia di mana di desa tersebut terdapat kolam air hangat yang sering digunakan tentara Romawi untuk melemaskan otot yang tegang usai berperang.

Sebelum Romawi, bangsa Yunani telah mengenal spa sejak 377 SM. Ritual mandi orang Yunani ini kini menjadi dasar prosedur perawatan spa modern. Dulunya, mereka menggunakan bathtub kecil, baskom tempat air dan perawatan kaki untuk membersihkan diri. Perawatan spa ini ditemukan di kompleks istana di Knossos, Crete dan bathtub lebih mewah ada di Akrotiri, Santorini. Orang Yunani juga percaya, kolam air hangat merupakan tempat yang sudah dibuat oleh para dewa untuk menyembuhkan penyakit.

Sementara itu, di zaman Kerajaan Romawi, berendam bersama di dalam kolam air hangat bukan hanya berfungsi untuk menjaga kesehatan. Aktivitas tersebut juga jadi ajang memperluas jaringan, dikutip stone-waters.

Sebelum pemandian air hangat ditemukan, penduduk Romawi sudah rajin mandi di tempat yang dikenal sebagai Roman Baths. Pada masa 27 SM (Sebelum Masehi) hingga 14 M (Masehi), setidaknya ditemukan 170 tempat berendam di Roma. Kebanyakan dari tempat itu berada di area umum dan digunakan oleh para tentara Romawi.

Baru mulai di 43 M, bangsa Roma mulai menggunakan tempat berendam sebagai tempat untuk beristirahat, relaksasi dan menenangkan diri, bukan hanya tempat untuk memulihkan diri setelah berperang. Pada 70 M, orang Romawi mulai membangun tempat spa di sekitar kolam air panas di Bath, Inggris dan di dekat candi untuk menghormati dewi Minerva.

Mulai tahun 300 Masehi, ada setidaknya lebih dari 900 tempat berendam di Romawi. Salah satu tempat spa tertua Romawi masih ada hingga saat ini yaitu berada di Merano, Italia.

Bagi bangsa Romawi, seperti orang-orang di zaman sekarang, aktivitas spa sudah menjadi bagian hidup sehari-hari, baik itu untuk pria dan wanita dari semua kelas sosial. Tempat berendam orang Romawi ini biasanya terdiri dari taman, perpuastakaan atau ruangan baca, restoran, bar, tempat belanja dan museum atau teater. Para penikmat spa pindah dari satu ruangan ke ruangan lain untuk relaksasi.

Spa terus berkembang hingga abad ke 17 dan 18. Spa dibangun di tempat-tempat yang memiliki gunung, menyediakan pengunjungnya pemandangan alam yang indah. Spa juga dilengkapi ahli medis untuk mengawasi dan memberikan rekomendasi bagi yang ingin menikmati spa.

Bagaimana dengan di Indonesia? Raja Airlangga sudah membangun tempat pemandian pada tahun 1009 M. Tempat pemandian yang terletak di Gunung Penanggungan, Pasuruan, Jawa Timur itu bernama Petirtaan Belahan atau lebih dikenal dengan nama Candi Belahan. Selain sebagai tempat pemandian, candi kawasan itu juga merupakan situs pertapaan Raja Kahuripan tersebut. Air yang berada di tempat pemandian ini konon berkhasiat untuk awet muda.

Pada 1872, sebuah literatur kuno juga menuliskan adanya tempat pemandian di kompleks Keraton Majapahit dan Medang. Ada Candi Tikus dan Kolam Segaranyang yang digunakan untuk membersihkan diri, jiwa dan raga.

Cukup banyak kerajaan-kerajaan di Indonesia yang memiliki tempat pemandian, setelah zaman Majapahit dan Kahuripan. Di Yogyakarta ada Taman Sari milik Sri Sultan Hamengkubuwono yang dibangun pada 1789. Sedangkan di Bali, ada Tirta Empul Tampaksiring, tempat pemandian yang ada sejak zaman Kerajaan Bedaulu atau Gianyar.